Om bhur bhuvah svah,
tat savitur varenyam,
bhargo devasya dhimahi,
dhiyo yo nah pracodayat.
artinya:
Ya Tuhanku penguasa tiga dunia, alam bhur, buah, suah yang maha suci sumber dari segala kehidupan, anugrahilah hamba penerangan dengan cahayaMu yang maha suci.
Inilah makna dari mantra yang memiliki semua bija-mantra yang kesemuanya
melambangkan dari kekuasaan Brahman dalam cahaya suciNya. Om melambangkan
Tuhan, Bhur mewakili bumi, Bhuvah melingkupi semua bagian dari daerahnya
dewata-dewata dan setengah dewata sampai kepada matahari. Sedangkan Svah
mewakili dimensi alam ketiga yang diketahui dengan nama svargaloka dan semua
loka-loka yang cemerlang dia atasnya. Ilustrasi Gayatri mantra ini mempunyai getaran sangat kuat sehingga seseorang
dalam pencaran rohaninya apabila tulus mengucapkan Gayatri mantra ini akan
membawa kepada pencerahan bathin. Banyak buku yang mengulas bagaimana kehebatan dari
Gayatri mantram tersebut, namun tidak ada guru yang bisa memberikan pelajaran
secara sistematis sehingga tidak ada pegangan yang kuat bagi murid-murid untuk
mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Gayatri mantram pada dasarnya bekerja secara otomatis dalam kesadaran rohani
manusia. Ini di sebabkan mantram tersebut mewakili dari setiap elemen dasar manusia dan alam. Manusia memiliki tiga bagian badan yaitu badan fisik, badan energy (aura
atau cahaya) dan badan roh (atma) ketiga bagian badan ini saling terkait satu
sama lainnya. Badan fisik berhubungan dengan napas dan prana, dan badan roh
berhubungan dengan kesadaran Brahman. Dijaman yang serba tidak pasti ini, banyak sekali bermunculan suatu masalah
dalam kehidupan seperti contoh agama, ekonomi, sosial dan lain-lain dan yang lebih parah lagi adalah banyaknya kasus penyakit. Tidak bisa disangkal lagi
bahwa jaman ini materi menjadi tujuan yang paling utama, karena materi bagi
seseorang menjajanjikan sebuah kebahagiaan. Karena pencitraan yang sangat kuat ini, banyak orang pada jaman sekarang
melakukan perbuatan yang berorientasi pada harta, segala cara pun dilakukan asalkan terpenuhi nafsunya serta ambisinya. Tidak di dunia ekonomi saja terjadi
seperti itu, di dunia energy pun banyak orang menggunakan kekuatan mistik hitam untuk mencelakai secara halus, ini terlepas dari percaya atau tidak
dengan hal ilmu hitam. Banyak bermunculan duku-dukun serta paranormal yang menjajanjikan serta menjual berbagai macam kebolehan serta asesories untuk
kedigjayaan atau kesaktian. Apabila tidak kuat iman, bisa dipastikan jaman sekarang akan menjadi budak dari sekian pencitraan yang mencekam dalam
kehidupan ini. Lalu haruskah kita lari dari kehidupan ini dan mengasingkan diri untuk pergi
ke hutan atau gua dan apakah kita mengambil jalan singkat bunuh diri? Kedua-duanya adalah jalan yang konyol, kita harus menghadapi gelombang badai
tersebut, namun dengan cara yang sangat halus serta bijak. Apa yang disebut dengan suara karena kita mempunyai otak serta indra mata.
Anadaikan saja seseorang buta dan tuli sejak lahir pasti baginya dunia ini
tidak ada, inilah yang disebut dengan ikatan indra dengan alam sementa. Untuk bisa
terhindar dari masalah tersebut, tidada jalan lain kecuali mencari masalah itu jauh ke dalam hati dan pikiran sebab di sanalah kemelut itu bercokol.
MEDITASI DENGAN GAYATRI MANTRA
Sudah dikatakan Gayatri mantram mempunyai vibrasi sangat kuat terhadap otak
dan batin asalkan tahu bagaimana cara menggunakan mantra tersebut. Meditasi pada hakekatnya berhubungan dengan pikiran, kesadaran, serta spirit dan sangat
dibutuhkan guru yang khusus. Apabila anda ingin menjadikan Gayatri Mantra sebagai
bagian dari meditasi anda harus melakukan puasa putih(tanpa garam, dan tidak
minum susu) selama dua hari untuk memohon berkat kepada Maha Dewi. Lakukan puasa mulai hari Rabu (pagi) sampai Jumat (pagi) hanya makan nasi
putih dan air putih saja dan lakukan puja Gayatri setiap pagi menghadap
matahari terbit, siang hari, dan malam hari. Dalam mengucapkan Gayatri mantra enam kali
untuk pagi hari, empat kali untuk siang hari, dan dua puluh sembilan kali untuk malam hari. Lakukan puasa dan puja Gayatri dengan ketulusan hati jangan memohon
suatu daya-daya sakti tertentu sebab belum tentu keinginan anda akan terpenuhi. Setelah melakukan puasa dan puja gayatri selama dua hari barulah
anda di perkenankan untuk melakukan meditasi ternadap Gayatri mantra sebab api
spirit anda sudah menyala.
Tambahan:
Dalam penjelasannya puasa putih ini dapat dilakukan sehari saja tapi harus pada
hari kelahirannya. Misalnya lahir hari Senen, maka puasa dilakukan pada Senen
pagi hingga Selasa pagi.
Tahapan:
- Lakukan penyucian diri seperti mandi.
- Duduk bersila menggunakan alas dengan kaki kanan di atas/depan atau yang nyaman.
- Pegang biji genetri dengan tangan kanan mengambang tidak boleh menyentuh tanah atau pakaian tetapi tergantung di tangan.
- Berdo’a kepada para Leluhur dan Dewata/Ibu Dewi Gayatri
- Sikap badan sangat rileks
- Fokus pikiran berada di chakra Ajna/mata ketiga. Pikiran selalu bergerak tetapi selalu berusaha kembali ke chakra Ajna.
- Setiap selesai satu mantram dorong satu biji genetri dengan jempol.
- Setiap mencapai 108, jangan lewati simpul tengah yang disebut Siwa, tetapi balikan genetri.
Sebelum menemukan seorang Guru yang mahir dalam ilmu meditasi, maka berjapa mantram Gayatri adalah meditasi yang sangat aman dan jarang ditemukan suatu gangguan yang disebut sebagai ‘syndrom’. Pencapaian pertama adalah pembukaan inti chakra Sahasrara yang merupakan tolok ukur besarnya jalur Antahkarana. Semakin sering melakukan japa mantram, semakin bertambah besar inti chakra Sahasrara maka jalur Antahkarana semakin besar dan lambat laun akan turun melalui nadi Shusumna hingga pada suatu ketika mencapai chakra Muladhara.
Sebelum meditasi cucilah muka, tangan, serta kaki, atau anda mandi untuk membersihkan badan dari kotoran sekaligus membuat badan menjadi segar. Duduklah dengan memakai alas dari kain, tikar, atau selimut, posisi punggung tegak lurus dan tangan diletakkan dipangkuan dalam posisi rilek. Pejamkan mata, serta tenangkan pikiran berberapa detik, setelah itu ucapkan mantra ”
OM Bhur, OM Bhuvah, OM Svah”
ucapkan dengan suara lambat serta santai jangan tergesa-gesa sebanyak lima kali, ini bertujuan untuk membersihkan lapisan pikiran. Pada saat mengucapkan mantra ini arahkan pikiran pada mantra dan suara bukan
pada bayangan pikiran. Setelah baca mantra selesai tutuplah mulut serta
tenangkan pikiran lalu ucapkan Gayatri mantram
” OM Bhur, Bhuvah, Svah, tat savitur varenyam, bhargo devasya
dimahi, dhiyo yo nah pracodayat”
dengan lambat dan tenang di dalam hati. Arahkan pikiran serta getaran suara
mantra pada jantung, anda cukup meniatkan saja bukan membayangkan. Meditasi dengan Gayatri mantram sangat efektif untuk berbagai macam
keperluan seperti melindungi diri dari energy negatif, kecantikan, kekuatan
batin, kecerdasan dan lain-lain. Kekuatan Gayatri mantra tidak bisa berfungsi apabila disertai
niat kurang baik. Meditasi Gayatri mantra apabila dilakukan dengan baik serta tulus akan banyak muncul keajaiban-keajaiban yang tidak bisa kita sangka.
Gayatri mantra bukan bekerja pada maksud si meditator namun, karunia, energy, rahmat, dari Maha Devi Gayatri yang berhak menentukan. Bagaikan mobil, sang
supirlah yang tahu kemana tujuan dari mobil itu, bukan tujuan dari mobil
tersebut yang dituruti sang supir.
Energy Gayatri masuk dari ubun-ubun melalui tulang belakang serta menyebar
keseluruh tubuh fisik, tubuh energy, dan atma. Banyak guru-guru suci yang
tercerahkan mengatakan “pencerahan akan kalian dapatkan pada Gayatri mantra.
Pada jaman kali yuga ini tiada yang mampu melepaskan lapisan kekotoran pikiran
selain getaran halus dari Gayatri mantra.
TIPS
Apa bila anda merasa ada sakit yang disebabkan oleh ulah niat jahat
seseorang, dan kalau percaya dengan hal ini anda bisa menggunakan cara berikut
ini. Sediakan air bersih , higienis, untuk diminum, lalu jemurlah air tersebut
pada cahaya matahari serta cahaya bulan di malam hari. Setelah air tersebut
dijemur oleh kedua unsur cahaya tersebut berdoalah pada Tuhan sambil membaca
Gayatri mantram 11 kali, setiap habis membaca gayatri mantram tiupkan nafas
anda pada air tersebut. Air tersebut bisa diminum atau dipakai campuran obat,
mandi dan lain-lainnya. Dengan kekuatan ini segala macam bentuk energy jahat dari
seseorang akan hancur oleh kekuatan dari mantra tersebut, hal ini sering
terbutkti di daerah-daaerah terpencil. Ada banyak lagi cara-cara yang bisa
dijadikan renungan, betapa Gayatri mantra mempu untuk menghadapi dilema dalam
hidup ini.
TEKNIK BELAJAR MEDITASI
Saat manusia sudah tenang, sabar dan atma sudah bersih dengan mendapatkan
cahaya Tuhan, ingin belajar buku-buku suci, suka bermeditasi, mencari
pengetahuan yang benar, bersih dari dalam dan luar, telah mengontrol semua
indria, selalu berbahagia dengan selalu berbuat baik dalam kehidupan, saat
itulah sifat satwam telah muncul dalam diri manusia (Manu)
Bagi temen-temen yang tertarik belajar
meditasi dan yoga, mungkin pada awalnya banyak yang bingung mulai dari
mana? bagaimana caranya bermeditasi, pingin belajar tapi belajar dimana? dimana
mencari guru pembimbing? Kalo ikut pada lembaga pelatihan meditasi dan yoga,
saat ini biayanya relatif mahal. Nah awalnya saya juga merasakan hal itu,
tetapi beruntung saya menemukan salah satu note panduan belajar meditasi
sendiri yang ditulis oleh Rumah Dharma Hindu Indonesia yang menurut saya
tulisannya sederhana dan bagus dan bermanfaat. Untuk itulah saya muat artikel
yang menarik di blog ini dengan tujuan berbagi manfaat alias sharing,
mudah-mudahan bermanfaat juga bagi pembaca.
Berikut artikelnya,selamat membaca..
Di negara-negara barat [eropa dan amerika], yoga dan meditasi setiap tahun
tingkat pertumbuhannya pesat sekali. Selain karena pencarian akan makna hidup
dan kedamaian bathin, juga karena orang barat mulai sadar akan manfaat yoga dan
meditasi yang begitu baik bagi mental dan spiritual. Hal ini mungkin patut
dijadikan bahan renungan bagi kita semua, orang barat belajar yoga dan meditasi,
tapi sebagian dari kita malah meninggalkan kekayaan spiritual kita ini.
Sehingga ada baiknya, bila ada sebagian dari kita yang belum pernah belajar
meditasi, bisa belajar meditasi.
Ada banyak sekali tehnik meditasi. Dan meditasi yang akan kita pelajari ini
adalah Pranayama Dhyana, salah satu tehnik meditasi tertua
di India [sudah ada setidaknya sejak jaman Veda]. Meditasi ini demikian
sederhana, sehingga bisa dipelajari sendiri di rumah.
SEBELUM MEDITASI
Sebelum meditasi cucilah muka, tangan, serta kaki, atau anda mandi untuk
membersihkan badan dari kotoran sekaligus membuat badan menjadi segar. Duduklah
dengan memakai alas dari kain, tikar, atau selimut, posisi punggung tegak lurus
dan tangan diletakkan dipangkuan dalam posisi rilek. Pejamkan mata, serta
tenangkan pikiran berberapa detik, setelah itu ucapkan mantra ”
OM Bhur, OM Bhuvah, OM Svah”
ucapkan
dengan suara lambat serta santai jangan tergesa-gesa sebanyak lima
kali, ini bertujuan untuk membersihkan lapisan pikiran. Pada saat
mengucapkan mantra ini arahkan pikiran pada mantra dan suara bukan
pada bayangan pikiran. Setelah baca mantra selesai tutuplah mulut serta
tenangkan pikiran lalu ucapkan Gayatri mantram :
” OM Bhur, Bhuvah, Svah, tat savitur varenyam, bhargo devasya
dimahi, dhiyo yo nah pracodayat”
Dan kita mulai meditasi dengan suatu tekad, kita meditasi tidak hanya untuk
diri kita sendiri, tapi juga meditasi untuk semua mahluk. Dengan meditasi
bathin kita menjadi damai, tenang-seimbang dan bahagia, serta kecenderungan
negatif kita seperti kemarahan, kebencian, kesombongan, dll, akan jauh
berkurang. Dengan lebih sedikit marah dan benci, kita lebih sedikit
melukai hati dan perasaan mahluk lain. Dengan lebih rendah hati, kita bisa
menghormati orang lain dan menghormati perbedaan secara lebih baik. Dengan
lebih sedikit serakah, kita lebih sedikit membuat orang lain menderita. Dengan
lebih tenang-seimbang, kita lebih sedikit membunuh nyamuk dan serangga,
dll-nya. Dengan kata lain, kembali ke awal, meditasi kita mulai dengan suatu
tekad, kita melaksanakan meditasi tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi
sekaligus juga untuk semua mahluk.
SARANA
1. Alas duduk.
Pakailah alas duduk atau bantalan yang cukup tebal [sekitar 5 cm], tujuannya
untuk menghindari tubuh fisik kontak langsung dengan energi gravitasi bumi.
Seandainya tidak ada tidak apa-apa, tapi kalau ada seperti itu lebih baik.
2. Pakaian.
Gunakan pakaian yang longgar [tidak ketat atau mengikat], tipis dan terbuka,
agar tidak terlalu mengganggu kelancaran sirkulasi nadi dan energi tubuh.
Semakin bebas semakin baik. Akan tetapi kalau tinggal di daerah dingin
[misalnya di pegunungan] dimana ini tidak memungkinkan [juga tidak baik karena
suhu dingin], selimutilah tubuh dengan kain tebal, yang penting pakaian tetap
tidak ketat atau sifatnya mengikat bagian tubuh kita. Seandainya tidak
bisa tidak apa-apa, tapi kalau bisa seperti itu lebih baik.
LOKASI
Meditasi sebenarnya bisa dilakukan dimana saja. Tapi paling baik kalau kita
melakukannya [di rumah] di tempat yang memiliki vibrasi energi, seperti :
sanggah atau merajan di rumah, di kamar suci atau setidaknya di depan
pelangkiran di kamar. Karena vibrasi tempat-tempat itu bisa membantu kita dalam
meditasi. Seandainya tidak bisa tidak apa-apa, cukup cari tempat yang
nyaman saja, tapi kalau bisa seperti itu lebih baik.
WAKTU
Meditasi sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Tapi baik kalau kita
melakukannya antara jam 03.00 – 06.00 dini hari. Pertama karena saat itu udara
bersih dan segar, kedua karena energi alam yang halus cenderung bebas dari
gangguan vibrasi lain. Dengan catatan khusus faktor waktu ini bukanlah sebuah
pakem, yang paling baik kita sendirilah yang menentukan kapan akan meditasi
sesuai kondisi diri kita masing-masing.
ASANA [SIKAP BADAN]
1. Badan.
Badan mengambil sikap tubuh [asana] dengan padma asana atau
padmasana, yaitu posisi duduk berbentuk bunga padma.
Atau boleh juga mengambil sikap tubuh [asana] dengan ardha padmasana
atau ada yang menyebutnya dengan Sidha Asana, yaitu
posisi duduk berbentuk setengah bunga padma.
Silahkan bebas memilih yang mana yang kita paling merasa nyaman.
2. Punggung.
Keadaan tulang punggung harus tegak lurus. Tujuannya untuk
menghindari bangkitnya api kundalini [kundalini shakti] tanpa disadari. Bila
kita belum biasa dengan posisi punggung tegak lurus ini, kita bisa mula-mula
melatihnya dengan bersandar pada dinding.
LIDAH
Tekuk ujung lidah keatas agar menyentuh langit-langit mulut. Ini terkait
dengan sirkulasi energi dalam tubuh kita.
MUDRA
Ada ratusan jenis mudra dengan fungsinya
masing-masing. Tapi disini yang kita gunakan adalah Jnana Mudra.
Letakkan kedua tangan diatas lutut [kaki] dan gunakan Jnana Mudra. Ujung ibu
jari bertemu dengan ujung telunjuk, tujuannya adalah keheningan bathin
[membentuk angka nol]. Tiga jari lainnya menghadap keluar [melepas], tujuannya
melepaskan [melampaui] Tri Guna : Sattvam, Rajas,
Tamas, melalui ketiga jari. Mudra ini terkait dengan aliran energi
dari cakra-cakra dalam tubuh kita.
PRANAYAMA SEBAGAI OBYEK MEDITASI
Setelah melakukan semua hal yang diuraikan diatas, pejamkan mata anda.
Kemudian laksanakan ketiga hal ini secara bersamaan :
- Tarik nafas perlahan dari hidung dalam-dalam, simpan sebentar, lalu lepaskan pelan-pelan. Lakukan dengan berirama teratur.
- Pada saat yang bersamaan >>> pada saat menarik nafas, hitung tarikan nafas ini [dalam hati] sebagai : “satu”, pada saat melepas nafas, hitung pelepasan nafas ini [dalam hati] sebagai : “dua”. Tarikan nafas berikutnya hitung sebagai “tiga” dan kemudian pelepasan nafas hitung sebagai “empat”. Terus demikian sampai hitungan “delapan”. Setelah “delapan” kembali ulangi lagi dari awal [dari "satu"]. Demikian seterusnya. Catatan : jumlah hitungannya jangan lebih atau kurang dari delapan. Hitunglah dari satu s/d-delapan saja, jangan diubah-ubah.
- Pada saat yang bersamaan >>> fokuskan seluruh konsentrasi pikiran kita untuk mengamati udara yang keluar masuk. Amati pergerakan udara dari dia mulai masuk ke hidung kita, mengalirke dalam paru-paru kita, diam sejenak di dalam paru-paru kita, kemudian mengalir keluar dari paru-paru kita. Demikian seterusnya.
Penting : Lakukan ketiga hal ini secara bersamaan, dengan
berirama teratur.
LIMA TAHAP MEDITASI
Lakukanlah meditasi setiap hari secara rutin. Minggu pertama cukup 10 menit.
Minggu berikutnya tingkatkan jadi 20 menit. Terus demikian sampai kita bisa
meditasi antara 30 menit s/d 1 jam.
Berikut adalah serangkaian tahapan dalam perjalanan meditatif kita :
1. PRATYAHARA – berusaha “memegang” obyek.
Pada mulanya, jadikanlah ujung hidung sebagai tempat mengamati
keluar-masuknya nafas. Berusahalah sungguh-sungguh konsentrasi, tapi tetaplah
santai. Kalau kita sungguh-sungguh, rata-rata bagi orang kebanyakan dalam waktu
3 bulan tahap pertama ini akan terlewati. Kita sudah bisa berkonsentrasi dengan
baik, objek mulai jelas dan sudah tertangkap dgn baik.
2. DHARANA – “memegang” obyek dengan baik.
Kalau setiap meditasi obyek sudah dapat terpegang dengan baik, berarti
kekuatan konsentrasi kita sudah terbentuk. Jangan terbelokkan oleh apapun
yang muncul, selalu kembali konsentrasi pada obyek meditasi [keluar-masuk
nafas] dengan baik.
3. DHYANA – memasuki meditasi.
Apabila kita telah dapat “memegang” obyek meditasi dengan baik, maka
“saluran-saluran energi” dalam tubuh kita akan mulai terbuka dan berkembang.
Inilah tahap memasuki meditasi. Pada setiap orang akan mengalami pengalaman
yang berbeda-beda, ada juga yang seolah tidak mengalami hal ini tapi langsung
ke tahap 4 [savikalpa samadhi].
Bagi yang mengalami, sensasinya bermacam-macam. Ada yang melihat cahaya biru
kecil, ada yang melihat cahaya dari langit menghujam ke seluruh badan, ada yang
melihat cahaya warna-warni yang indah sekali, ada yang tubuhnya merasa ringan
sampai seperti terbang, ada yang merasa terangkat dari tempat duduknya, ada
yang merasa tubuhnya membesar atau sebaliknya tubuhnya mengecil, dll.
Ada juga yang [kadang-kadang, jarang] menerima seperti wangsit atau suruhan
melalui suara yang masuk. Hati-hatilah disini, apalagi bila kita tidak memiliki
guru pembimbing, karena mungkin saja itu adalah suara mahluk-mahluk bawah.
Sehingga kalau kita mendengar suara apapun, abaikan saja kembalilah pada
obyek meditasi. Karena kita bukan mau jadi dukun atau paranormal.
Pada semua kejadian ini kita sama sekali tidak perlu takut, sadari saja dan
kembalilah ke obyek. Seringkali para pemula yang tidak mengerti merasa takut
dan tidak berani meditasi lagi. Padahal sesungguhnya inilah kemajuan dari
meditasi yang akan dialami oleh yogi yang benar.
4. SAMPRAJNATA SAMADHI.
Sebagian yogi seolah tidak mengalami tahap ketiga [karena untuk mereka
berlangsung sangat-sangat singkat], tapi langsung ke tahap ke-4 ini. Sebabnya
adalah karena kondisi bathin dan kondisi badan halus setiap orang yang
berbeda-beda.
Di tahap ini muncullah cahaya yang sangat terang [tapi sejuk, tidak
menyilaukan], yang kita lihat semata-mata hanya cahaya. Kita
akan berada pada puncak kebahagiaan-kedamaian yang luar biasa. Tidak
seperti kenikmatan nafsu duniawi, tapi sebentuk rasa damai luar biasa yang
sulit untuk dijelaskan. Biasanya berlangsung hanya sekitar 1-3 detik saja,
kemudian kita sadar dari meditasi. Selepas ini pikiran kita plong sekali,
ringan bagaikan kapas. Kita merasa sangat damai dan bahagia. Tidak ada beban
lagi, tidak ada penderitaan, pikiran benar-benar bebas lepas bagaikan berada di
Svarga Loka. Inilah tahap ke-4, atau samprajnata samadhi yang sedang kita
alami.
Pikiran yang sudah diajak berlatih meditasi dengan tekun, akan membersihkan
kegelapan-kegelapan bathin. Ketika bathin kta dalam keadaan bersih, dia ringan
bagaikan kapas, dia damai dan bahagia. Tidak ada beban yang negatif lagi. Semua
sad ripu [kegelapan bathin] tidak ada lagi dan kita benar-benar bebas lepas.
Ini berlangsung lama sekali.
Kalau kita tidak berhenti disini dan meditasinya diteruskan, kita akan masuk
tahap ke-5 yaitu Asamprajnata Samadhi.
5. ASAMPRAJNATA SAMADHI.
Laksana menikmati sebuah pemandangan yang sungguh indah, awalnya kita
terpesona dan takjub [tahap 3], setelah itu timbul kedamaian-kebahagiaan [tahap
4].
Setelah kedua proses ini batin mulai normal kembali dan tenang-seimbang,
inilah upeksha. Pada tahap upeksha ini, batin sepenuhnya HENING. Tidak ada
lagi gejolak. Ibarat air laut, tidak ada riak gelombang lagi. Batin benar-benar
tenang-seimbang. Dan antara subjek dan objek sudah manunggal, tidak bisa
dibedakan lagi mana subjek dan mana objek. Nafas adalah aku, aku adalah nafas.
Asamprajnata Samadhi.

No comments:
Post a Comment